Evaluasi Pilot Plant Ammonia, Phosphate, Fluor Recovery (APFR) PT Petrokimia Gresik

Laporan Kegiatan/Proyek /Penelitian 2018

Evaluasi Pilot Plant Ammonia, Phosphate, Fluor Recovery (APFR) PT Petrokimia Gresik

 

  1. Nama Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Evaluasi Pilot Plant Ammonia, Phosphate, Fluor Recovery (APFR) PT Petrokimia Gresik
  2. Perioda Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Oktober 2017 – September 2018
  3. Mitra Kerjasama:
    • PT Petrokimia Gresik
  4. Anggota Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Tjandra Setiadi,
    • Arief Sudrajat
    • Ardiyan Harimawan
    • Kevin Yonathan, ST, MSc
    • Deni Ramadhani, ST, MT
  5. Sumber Dana:
    • PT Petrokimia Gresik
    • Total Dana: Rp. 180.000.000
  6. Ringkasan Kegiatan/Proyek/Penelitian
    • Ringkasan
      • PT Petrokimia Gresik (PKG) mengupayakan pembangunan fasilitas Ammonia, Phosphate, and Fluor Recovery (APFR) Plant sehingga bisa menghasilkan produk samping yang memiliki nilai ekonomis dengan sekaligus mencapai target pematuhan baku mutu air limbah sebagai cobenefits. Upaya yang telah dilakukan oleh PT PKG dengan menggandeng Vendor Teknologi adalah melakukan beauty contest/pra-kualifikasi terhadap terknologi yang tepat untuk me-recovery/mengolah limbah yang ada di PT PKG. Dari hasil beauty contest tersebut direkomendasikan bahwa Kontraktor/Vendor Teknologi perlu melakukan pilot plant test yang bertujuan (1) untuk menentukan parameter operasi optimal yang tepat untuk diterapkan di PT PKG, (2) menguji tingkat keberhasilan teknologi yang diajukan oleh Kontraktor/Vendor Teknologi yang lolos beauty contest, (3) pengumpulan data-data untuk keperluan penyusunan basic design, serta (4) optimalisasi desain dan operasi Ammonia, Phosphat, and Fluor Recovery Plant. Berdasarkan pelaksanaan beauty contest/pra-kualifikasi, PT Haskoning Indonesia (RHDHV) berhasil memperoleh nilai tertinggi sehingga kepadanya diberikan kesempatan untuk melakukan uji skala pilot terhadap teknologi yang dimiliki untuk mengolah air limbah PT PKG. PT PKG bersama dengan Yayasan LAPI-ITB telah menyusun Terms of Reference (ToR) pelaksanaan APFR pilot plant test untuk dapat digunakan sebagai acuan oleh RHDHV dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, Yayasan LAPI-ITB juga melakukan evaluasi terhadap laporan akhir APFR pilot plant test dengan menggunakan ToR tersebut sebagai acuan. Adapun Yayasan LAPI-ITB membagi aspek evaluasi yang terdiri atas: (1) Evaluasi persiapan dan teknis pelaksanaan pilot plant, (2) Evaluasi hasil pekerjaan pilot plant, (3) Evaluasi neraca massa & energi, PFD, dan P&ID, serta (4) Evaluasi perhitungan keekonomian.
      • Berdasarkan evaluasi laporan pilot plant APFR yang disampaikan oleh RHDHV, LAPI ITB dapat menyimpulkan keberhasilan dari pilot plant tersebut dalam memperoleh kembali (recovery) Fluoride dan Phosphate dan pemenuhan standar efluen terhadap Fluoride yang berlaku melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya (yaitu 50 mg/L dengan volume limbah cair per satuan produk 10 M3/ton produk untuk Industri Pupuk Phosphat, Pupuk Majemuk, NPK dan Asam Phosphat). Hasil pilot plant menunjukkan bahwa adalah memungkinkan untuk mencapai kualitas efluen sesuai dengan ToR yang disampaikan pada tahap awal pekerjaan.
    • Tanggal tanggal penting:
      • Proyek ini dimulai bulan Oktober 2017 dan direncanakan untuk selesai di akhir Februari 2018. Namun karena kendala teknis proyek ini diperpanjang hingga September 2018.
    • Rencana ke depan:
      • Pembangunan konstruksi APFR di PT Petrokimia Gresik

 

  1. Foto foto yang berkaitan dengan Kegiatan/Proyek/Penelitian
    Tampak dalam pilot plant Crystalactor
    Tampak dalam pilot plant Crystalactor
    Tampak dalam pilot plant Crystalactor
    Tampak dalam pilot plant Crystalactor