Resource Efficient and Cleaner Production Programme

Laporan Kegiatan/Proyek /Penelitian 2018

Resource Efficient and Cleaner Production Programme

  1. Nama Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Resource Efficient and Cleaner Production Progamme
  2. Perioda Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • 2014 – 2018
  3. Mitra Kerjasama:
    • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Republik Indonesia
    • Kementerian Perindustrian, Republik Indonesia
    • United Nation Development Organization (UNIDO)
    • Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO)
  4. Anggota Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Tjandra Setiadi, PSLH dan Fakultas Teknologi Industri, ITB
    • Puji Lestari, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB
    • Ardiyan Harimawan, FTI, ITB
    • Permod Kumar Gupta, UNIDO
    • Annisa Fabatina, S.T., M.Sc., UNIDO
    • Ashri Nadia, S.T., M.Sc., UNIDO
    • Dicky Purwono, SST. PAR, UNIDO
  1. Sumber Dana:
    • Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Dari tahun 2014 sd 2018. Pada bulan Juni 2018, pendanaan dari SECO telah selesai.
  2. Ringkasan Kegiatan/Proyek/Penelitian
    • Ringkasan
      • Dalam beberapa tahun terakhir, sektor industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang stabil. Menurut data Bank Dunia, pertumbuhan industri di Indonesia relatif stabil pada rentang 3-5 % per tahun. Dari data data yang tersedia dapat disimpulkan bahwa perkembangan industri di Indonesia perlu dibarengi adanya peningkatan efisiensi sumber daya. Peningkatan efisiensi sumber daya masih sangat mungkin dilakukan mengingat saat ini efisiensi penggunaan sumber daya di Indonesia masih rendah. Peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya, baik dalam bentuk energi, materi, maupun air sering disebut Resource Efficient and Cleaner Production (RECP).
  • Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Centre for Resource Efficient and Cleaner Production Indonesia (CRECPI) hadir sebagai sarana untuk mengembangkan dan menyebarluaskan aplikasi industri bersih di Indonesia dengan memanfaatkan keahlian dan pengalaman institusi serupa yang telah lebih dulu ada di berbagai negara. CRECPI akan memanfaatkan jaringan RECP-Net yang dibentuk oleh UNIDO yang saat ini telah ada sekitar 50 di berbagai negara (www.unido.org/cp)

 

  • Visi CRECPI
  • Visi CRECPI adalah menjadi pusat teknologi yang unggul di Indonesia dalam mengembangkan industri yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan menjalankan produksi besih.

 

  • Misi CRECPI
  • Memberikan bantuan dari segi teknis kepada industri untuk melakukan efisiensi sumber daya (materi, energi dan air) dan produksi bersih (cleaner production).
  • Mengembangkan peralatan dan mekanisme agar investasi RECP di industri menjadi tersedia secara teknologi dan finansial, serta mendorong agar kebijakan industrial menjadi kondusif bagi penerapan RECP.
  • Menunjang program pemerintah, khususnya PROPER yang salah satu kriteria penilaian untuk PROPER hijau dan emas adalah penerapan RECP.
  • Menjadi pendorong untuk memperkenalkan RECP dan industri berkelanjutan dalam kegiatan belajar-mengajar dan penelitian di ITB.

 

Kegiatan CRECPI 2014 – 2018

Kegiatan-kegiatan utama CRECPI telah dilakukan diantaranya melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan, lokakarya peningkatan kesadaran, Training RECP I, Training RECP II (lanjutan), Kajian RECP ke Industri, Pendampingan Tim Associate Assessor dan Industri, Pertemuan Manajemen Industri, selain itu CRECPI melakukan kegiatan penyebar luasan informasi melalui jejaring di lokal maupun internasional.

Kegiatan CRECPI selain melaksanakan kegiatan-kegiatan utama juga melakukan kegiatan sosialisasi melalui beberapa pelaksanaan workshop yang dilakukan kepada mahasiswa, dosen di Universitas. CRECPI juga memberikan training metode dan praktik RECP kepada target industri dan pemangku kepentingan di project SMARTfish-UNIDO (Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish Indonesia – United Nations Industrial Development Organization), proyek SCORE-ILO (Sustaining Competitive and Responsible Enterprises – International Labour Organization), Sustainable Tourism Development di Kementerian Pariwisata. Selain itu CRECPI juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pertemuan RECP Network kawasan Asia Pasifik yang diadakan tiap tahun, kegiatan ini merupakan penyampaian progress kegiatan pelaksaan dan pencapaian semua National Cleaner Production Centre (NCPC), pertemuan ini juga memberikan akses international untuk berbagi informasi, pengalaman dan pengetahuan dalam pelaksaan metode dan praktek RECP ke berbagai sektor.

Koordinasi dengan Pemangku Pementingan

Program RECP di Indonesia didukung oleh 2 kementerian utama yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Perindustrian. Kedua kementerian ini memegang peranan penting karena target-target industri dan sektor industri untuk penerapan program RECP di Indonesia ditetapkan berdasarkan hasil diskusi dengan kedua kementerian tersebut. Pada tahun 2014, telah ditetapkan bahwa program RECP di Indonesia akan dilaksanakan pada:

  • Industri sektoral:
    • Sektor pangan
    • Sektor produk logam
    • Sektor tekstil
    • Sektor bahan kimia
  • Industri mikro
  • Industri pariwisata
  • Kawasan industri

Koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah juga dilaksanakan untuk mendukung kegiatan RECP pada industri pariwisata dan industri mikro. Dengan arahan dari kementerian, kegiatan RECP dilaksanakan di daerah yang diawali dengan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan arahan lebih lanjut dan dukungan mengenai teknis pelaksanaan program. Koordinasi ini diawali dengan sosialisasi kepada pemerintah mengenai garis besar program RECP di Indonesia dan rencana yang akan dilaksanakan di suatu daerah kepada industri tertentu.

Di setiap daerah penerapan program percontohan RECP, koordinasi dilaksanakan dengan Dinas Perindustrian dan Badan Lingkungan Hidup. Di samping itu sesuai dengan spesifik target industri di daerah tertentu, program juga dikomunikasikan kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Dengan komunikasi yang terjalin sejak awal perencanaan pelaksanaan program di daerah, industri yang berpartisipasi dalam kegiatan RECP menjadi lebih tepat sasaran.

Di samping koordinasi dengan pemerintah, koordinasi juga dilaksanakan dengan kalangan asosiasi, akademisi, balai-balai dan juga dengan Induatri maupun dengan pengelola kawasan industri. Pada saat koordinasi, beberapa kunjungan industri juga dilakukan untuk memetakan lokasi dan tipe industri yang berpotensi untuk berpartisipasi dalam program RECP, terutama sebagai industri percontohan pada tahun 2018 ini.

Lokakarya Peningkatan Kesadaran

RECP merupakan suatu konsep yang dapat dilaksanakan di berbagai industri dengan skala yang bervariasi secara fleksibel. Manfaat dari penerapan RECP dapat dirasakan oleh industri itu sendiri yaitu peningkatan pendapatan/keuntungan dan jangkauan ke pasar, melalui:

  • Penghematan biaya
  • Peningkatan produktifitas
  • Peningkatan kualitas
  • Efisiensi organisasi
  • Ijin operasi

Pelaksanaan RECP oleh industri belum merupakan suatu kewajiban, sehingga kesadaran akan pentingnya melakukan usaha-usaha efisiensi sumber daya dan produksi bersih harus dibangun. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari pelaksanaan lokakarya/seminar yang dilaksanakan di awal rangkaian kegiatan RECP di suatu daerah. Workshop ini terutama ditujukan untuk kalangan industri, dan juga dipromosikan di kalangan pemerintah, asosiasi, profesional, dan akademisi. Contoh kasus penerapan RECP di industri tertentu yang sejenis dengan target industri di daerah setempat dijelaskan untuk memberikan gambaran kepada industri. Dengan terbangunnya kesadaran industri akan penerapan RECP, penyeleksian industri untuk dijadikan sebagai industri percontohan RECP menjadi lebih mudah karena adanya motivasi internal industri.

Lokakarya ini dilaksanakan bersamaan dengan regional launch yang menandakan bahwa program RECP segera dilaksanakan di suatu daerah, selain itu penandatangan surat kesepakatan antara CRECPI ITB dengan industri percontohan RECP juga dilakukan.

 

Training RECP I

Training ini ditujukan kepada kandidat Associate Assessor (AA) di daerah yang telah dipilih untuk mendampingi beberapa industri percontohan. Perwakilan dari industri juga diikutsertakan dalam training ini untuk memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan RECP di setiap langkahnya. Dengan adanya perwakilan industri yang paham mengenai teknis pelaksanaan RECP, diharapkan bahwa pelaksanaan RECP di industri tersebut oleh AA yang notabene merupakan orang luar, menjadi lebih mudah dan efektif.

Training I terdiri dari enam modul yang dapat disesuai sesuai dengan spesifik industri target di daerah, yaitu:

  1. Konsep dan Praktik RECP
  2. Kajian RECP
  3. Motivasi, Komitmen, dan Tim
  4. Indikator RECP
  5. Kajian Awal
  6. Kajian Rinci

Materi training I ini merupakan bekal awal untuk AA melakukan kajian awal di industri. Pada umumnya, training dilaksanakan selama tiga hari dan satu hari untuk kunjungan industri. Training dalam kelas terdiri dari penjelasan enam modul dan pengerjaan soal latihan analisa data. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran bagaimana kajian RECP akan dilaksanakan di lapangan dan identifikasi awal mengenai titik-titik inefisiensi.

Training RECP II

Pelatihan lanjutan RECP dilaksanakan berselang kurang lebih 3 bulan dari sejak pelatihan pertama. Pada pelatihan kedua materi yang diberikan fokus pada tema-tema utama dalam RECP yaitu material, air, dan energi. Pelatihan meliputi praktik-praktik RECP untuk meminimalkan penggunaan material dan air, mencegah terbentuknya limbah, meningkatkan efisiensi energi, mengelola bahan kimia, melakukan studi kelayakan terhadap opsi-opsi perbaikan, serta mengintegrasikan konsep RECP kedalam manajemen industri. Dalam pelatihan lanjutan peserta mendapatkan pemahaman mengenai konteks, bentuk dan contoh aplikasi, serta pendekatan yang dilakukan untuk mencari peluang RECP di industri. Selain itu untuk melatih kemampuan menyelesaikan masalah, beberapa contoh kasus diberikan dalam bentuk soal latihan yang dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan jawaban mereka di depan seluruh peserta dan fasilitator.

Kajian RECP ke Industri

Kajian RECP ke Industridi lakukan oleh tim CRECPI dengan dibantu oleh tim Associate Assessor yang kemudian membentuk tim internal industry untuk diberikan capacity building agar dalam pelaksanaan kajian RECP pihak industry terlibat secara langsung menjadi bagian tim kajian RECP di industri tersebut. Tahapan kajian yang dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya:

  1. Motivasi, Komitmen Manajemen Industri, dan Tim, serta baseline
  2. Kajian Awal
  3. Kajian Rinci
  4. Implementasi dan Monitoring

Hingga saat ini CRECPI ITB memiliki 42 Associate Assessor yang melakukan kajian ke 54 target industri di beberapa sector.

 

Pendampingan

Program pendampingan adalah bentuk dukungan tim CRECPI kepada Associate Assessor terhadap proses berlangsungnya kajian RECP di industri. Kegiatan yang dilakukan berupa kunjungan langsung ke industri, pembahasan laporan interim serta diskusi dengan pihak manajemen dan tim teknis industri membahas peluang peningkatan efisiensi dan implementasi perbaikan.

Sesi pembahasan (review) laporan interim dilakukan setelah seluruh Associate Assessor mengirimkan laporan interim kepada tim CRECPI. Masing-masing Associate Assessor memberikan presentasi hasil identifikasi awal potensi perbaikan di industri. Pada sesi ini perwakilan masing-masing industri yang tergabung dalam program RECP diundang untuk hadir supaya mengetahui hasil kajian (assessment) sementara peluang perbaikan sekaligus memvalidasi data-data yang sudah diberikan. Dalam melakukan pendampingan, sesi diskusi dengan koordinator industri dan Associate Assessor umumnya berlangsung sekitar 3 jam per industri. Hasil diskusi lalu ditindaklanjuti oleh Associate Assessor dengan koordinator RECP di masing-masing industri. Kegiatan pendampingan selain didukung oleh Chief Technical Advisor dan Kepala atau Wakil Kepala CRECPI, juga melibatkan tenaga ahli khusus di sektor spesifik, seperti ahli kelapa sawit (untuk sub-sektor penggilingan kelapa sawit) dan ahli proses pasca panen (untuk sub-sektor penggilingan padi). Dengan dilibatkannya tenaga ahli luar sangat membantu dalam tahap pencarian peluang perbaikan yang lebih banyak dan signifikan.

Pada tahun 2018 beberapa kegiatan pendampingan dilakukan pada sektor makanan dan kawasan industri terutama untuk memfasilitasi tahap implementasi dan persiapan penyusunan laporan akhir kajian (assessment). Untuk pendampingan ke sektor makanan, tim RECP mengundang tenaga ahli di sub-sektor spesifik untuk mendapatkan pengetahuan mengenai teknik serta teknologi terbaik (Best Available Technique/Technology) yang sudah diterapkan di Indonesia.

 

Pertemuan Manajemen Industri

Pada akhir proses kajian (assessment) di industri, tim CRECPI beserta Associate Assessor menyampaikan hasil laporan kajian kepada perwakilan manajemen industri yaitu berupa potensi perbaikan, perbaikan yang sudah dilakukan, daftar rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah lebih lanjut yang dilengkapi dengan studi kelayakan secara lingkungan, ekonomi, dan teknis.

Pertemuan ini menjelaskan hasil dari semua rangkaian kegiatan RECP yang sudah dilakukan, sehingga manajemen industri mendapatkan manfaat dari penerapan RECP selain itu ada beberapa rekomendasi perbaikan yang memerlukan investasi besar yang menjadi pertimbangan manajemen perusahaan untuk dapat dilaksanakan dalam perencanaan bisnis ke depan. Petemuan ini diharapkan menjadi titik awal tim internal industri untuk dapat mempertahankan dan melakukan kajian lebih lanjut kepada bagian proses di industri yang lebih spesifik, sehingga keberlanjutan dari manfaat RECP dapat dirasakan lebih oleh pihak perusahaan.

 

Galeri Kegiatan CRECPI