Potensi Kebakaran Hutan di Indonesia

Saat ini bencana asap kembali terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Fenomena ini sangat erat kaitannya dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pola ENSO (El-Nino Southern Oscillation). Efek utama dari fenomena ENSO di Indonesia adalah terjadinya kekeringan saat El-Nino dan kondisi basah saat La-Nina.

Tahun 2015, Indonesia mengalami El-Nino kuat yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tahun 2016 dan 2018 adalah La-Nina lemah, sedangkan 2017 adalah normal. Kondisi ini menyebabkan karhutla mereda. Tahun 2019 adalah El Nino lemah yang menyebabkan terjadinya karhutla. Diperkirakan tahun 2020 adalah masih El Nino, sehingga karhutla masih akan membayangi tahun depan. Berikut adalah indek ENSO yang dikeluarkan oleh NCEP NOAA (National Center for Environmental Prediction).

Indeks ENSO (El-Nino Southern Oscillation) (sumber: www.cpc.ncep.noaa.gov/products/analysis_monitoring/ensostuff/ensoyears.html)

Pencegahan jauh lebih baik dari pemadaman api, mari mulai mempersiapkan diri utk karhutla 2020.

Jadikan karhutla 2019 sbg pelajaran ke depan. Saat ini, di lokasi kejadian karhutla telah dibangun Rumah Aman Asap, berupa ruangan tersegel dari asap yg dilengkapi AC dan oxycan. Sudah bagus, tapi jumlahnya sangat sedikit, sehingga saat karhutla terjadi, kapasitasnya langsung penuh dan over capacity.

Pembuatan Rumah Aman Asap tentunya jauh lebih mahal daripada pencegahan karhutla, tetapi ketika karhutla sulit dicegah, perlindungan populasi rentan seperti anak-anak, orang sakit dan manula akan menjadi prioritas utama.