Pelaksanaan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) Untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bandung, 3 – 7 Februari 2020

Laporan Pelaksanaan

Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) Untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Bandung, 37 Februari 2020

 

Ringkasan Eksekutif

Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) merupakan salah satu teknologi di era Revolusi Industri 4.0 yang memberikan manfaat dalam berbagai bidang, salah satunya pengelolaan lingkungan hidup (LH). Pemanfaatan data spasial dari PUTA dapat digunakan dalam penyusunan rencana pengelolaan LH, pemantauan dan pengawasan LH, serta monitoring dan evaluasi LH. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan PUTA dalam pengelolaan LH, maka PSLH ITB bekerjasama dengan APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan teknologi PUTA untuk pengelolaan LH.

Pelatihan ini dilaksanakan di Bandung pada tanggal 3 – 7 Februari 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Peserta pelatihan ini berasal dari berbagai kabupaten / kota di Indonesia dengan berbagai profesi seperti pegawai pemerintahan, konsultan, akademisi dan masyarakat umum. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini terbagi menjadi 15 sesi dengan 5 fokus utama, yaitu: (a) Regulasi PUTA di Indonesia; (b) Pengenalan wahana dan pengoperasian PUTA; (c) Penyusunan rencana terbang; (d) Praktik penerbangan PUTA; dan (e) Pengolahan data hasil akuisisi PUTA.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengoperasian PUTA, mengolah data spasial akuisisi PUTA, serta penyelesaian studi kasus terkait dengan pemanfaatan PUTA dalam pengelolaan LH.

Kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi PUTA diawali dengan pembukaan oleh Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D,. IPU selaku pimpinan PSLH ITB dan diikuti dengan sesi konfrensi pers dengan awak media pada hari Senin, 3 Februari 2020. Acara ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sesi diskusi, paparan dan praktik pengolahan data di PSLH ITB; dan sesi praktik penerbangan PUTA di Kampus ITB Jatinangor pada hari Rabu, 5 Februari 2020. Acara pelatihan ditutup oleh Dr. Asep Sofyan, M.T selaku sekretaris PSLH ITB pada tanggal 7 Februari 2020.

  1. Tujuan dan Waktu Pelaksanaan

Adapun Tujuan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pemahaman dan kemampuan umum kepada peserta terkait dengan regulasi dan perizinan PUTA di Indonesia
  2. Memberikan pemahaman terkait dengan wahana dan pengoperasian berbagai jenis PUTA
  3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengolah dan menginterpretasikan data hasil pemotretan PUTA

Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup ITB (PSLH – ITB) bekerjasama dengan APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) pada tanggal 3 7 Februari 2020.

  1. Struktur Kepanitiaan

Adapun struktur kepanitiaan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah sebagai berikut:

1.Penanggung Jawab:Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D,. IPU.
2.Ketua Panitia:Dr. Asep Sofyan, M.T.
3.Sekretaris:Astien Arsen Asyari, S.T.
4.Bendahara:Hamid Assegaf, S.Hut.
5.Koordinator Asisten:Alvin Pratama, S.T., M.T.
6.

 

Logistik

 

:

 

Ariq Muhammad Thabrani

Hamid Assegaf, S.Hut.

Astien Arsen Asyari, S.T.

Romantika Putra Lesmana

Arie Andreana

 

  • Materi dan Pengajar

Adapun daftar materi beserta pengajar Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah sebagai berikut :

1.Materi 1:Pemanfaatan Pesawat Tanpa Awak dalam Pengelolaan Lingkungan
 Pengajar:Dr. Asep Sofyan, M.T.
2.Materi 2:Regulasi Penerbangan Drone di Indonesia: Controlled, KKOP, Prohibited and Restricted Area
 Pengajar:Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos (Dinas Pembinaan Potensi Dirgantara – DISPOTDIRGAAU TNI AU)
3.Materi 3:Ketentuan pengoperasian pesawat udara tanpa awak
 Pengajar:Hendrarto B Setyadji – Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI)
4.Materi 4:Pengendalian dan pengawasan pengoperasian sistem PUTA di ruang udara yang dilayani di Indonesia
 Pengajar:Direktorat Navigasi Penerbangan – Kementerian Perhubungan
5.Materi 5:Pengendalian dan pengoperasian PUTA yang dilakukan oleh AirNav Indonesia
 Pengajar:Direktur Operasi Perum LPPNPI / AirNav Indonesia
6.Materi 6:Perkembangan Teknologi PUTA
 Pengajar:Dr. M. Akbar Marwan dan TIM (Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia – APDI)
7.Materi 7:Pengenalan PUTA Multirotor
 Pengajar:Hendrarto B Setyadji dan Tim APDI
8.Materi 8:Pengenalan PUTA Fixed Wings dan VTOL (Vertical Take Off Landing)
 Pengajar:Rachmat Darmawan dan Tim APDI
9.Materi 9:Pengenalan PUTA untuk pertanian
 Pengajar:Andre Djohan dan Tim APDI
10.Materi 10:Perencanaan Terbang
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si
11.Materi 11:Praktik penerbangan PUTA di Kampus ITB Jatinangor
 Pengajar:Tim Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI)
12.Materi 12:Pengantar fotogrametri foto udara
 Pengajar:Dr. Deni Suwardhi, M.T dan Tim
13.Materi 13:Pengenalan Sistem Informasi Geografis untuk pengelolaan lingkungan
 Pengajar:Dr.rer.nat  Wiwin Windupranata, M.Si
14.Materi 14:Pengenalan perangkat lunak pengolahan data spasial hasil pemotretan udara
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si dan Tim
15.Materi 15:Praktik pengolahan foto udara PUTA
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si dan Tim
16.Materi 16:Studi kasus 1: Pemanfaatan teknologi PUTA untuk analisis tutupan lahan dan pemantauan tata ruang
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si dan Tim
17.Materi 17:Daya Dukung dan Daya Tampung
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si dan Tim
18.Materi 18:Studi kasus 2: Pemanfaatan teknologi PUTA untuk reklamasi lahan
 Pengajar:Dr. Endang Hernawan, M.T., M.Si.
19.Materi 19:Studi kasus 3: Pemanfaatan teknologi PUTA untuk pemantauan kerusakan dan potensi untuk penilaian jasa lingkungan
 Pengajar:Dr. Hikmat Ramdan, M.Si dan Tim
    
  1. Peserta Pelatihan

Berikut peserta yang berpartisipasi dalam Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup.

NoNama PesertaInstansi
1Dhandhun Wacano, S.Si., M.ScUniversitas Islam Indonesia
2Darmawan M. Yakup, SE.,MMUniversitas Gorontalo
3Dr. Andik Yulianto, S.T., M.TUniversitas Islam Indonesia
4Muhamad Salman RamdhaniPerseorangan
5Chandra Irani, SP. MMBappeda Banda Aceh
6Maimun Riansyah, S.KomBappeda Banda Aceh
7Gregorius Agung Setyonugroho, S.T., M.EngUniversitas Atma Jaya Yogyakarta
8Qori Pebrial Ilham, S.Hut., M.SiInstitut Pertanian Bogor
9Arie Firmantoro, S.HutLSM Kanopi Kuningan
10Dian PrasetiohadiPerseorangan
11Mauludin Kurniawan, S.Si., M.ScUniversitas Tadulako
12Harjanto Waluyojati, STDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan
13Muhammad Ikhwan, S.Hut., M.SiUniversitas Lancang Kuning
14Hananta Syaifulloh, S.T., M.ScPT. Sucofindo (Persero)
15Riswahyudi, ST., MMDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan
16Mohammad Taufik MurtadhoPerseorangan
17Muhammad Arif, S.HutPT. Inhutani IV
18Sandi SetiawandiPT. Sucofindo (Persero)
19Nanda Zelvira, A.Md.PCV. Reka Inti Sarana
20Ulin Nuha, S.TCV. Reka Inti Sarana
21HarimurtiPT. Sucofindo (Persero)
22I Wayan Didik Dharmadi PutraBalai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung,
Unda Anyar
23Adam Adha Muttaqin, S.HutBalai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung,
Unda Anyar
24Muhammad Ainun FikriDepartemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Hasanuddin
25Ariq Muhammad ThabraniPusat Studi Lingkungan Hidup ITB

                                                                                                         

  1. Keberjalanan dan Evaluasi
  • Senin, 3 Februari 2020 (Hari ke-1)

Pelatihan Drone dibuka dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta sambutan oleh Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D., IPU selaku ketua PSLH ITB dan Dr. Asep Sofyan, M.T. selaku Ketua Panitia. Turut hadir juga tim pemateri dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Materi hari pertama banyak membahas terkait dengan regulasi dan perizinan penggunaan drone di Indonesia. Total peserta yang hadir pada hari pertama adalah 25 orang.

  • Selasa, 4 Februari 2020 (Hari ke-2)

Pelatihan pada hari kedua dimulai pada pukul 08.00 WIB di PSLH ITB. Materi yang disampaikan lebih berfokus pada pengenalan wahana PUTA dan perencanaan terbang. Jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 25 orang.

  • Rabu, 5 Februari 2020 (Hari ke-3)

Pelatihan hari ketiga merupakan praktik lapangan yang dilakukan di Kampus ITB Jatinangor. Praktik penerbangan drone (multirotor, VTOL dan Fixed Wings) dilakukan dengan pendampingan dari instruktur APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia). Peserta berangkat ke Kampus ITB Jatinangor pukul 08.00 WIB menggunakan bis dan sampai kembali di PSLH ITB jam 18.00 WIB. Jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 25 orang

  • Kamis, 6 Februari 2020 (Hari ke-4)

Pelatihan hari ke empat dimulai pukul 08.00 WIB di PSLH ITB. Pelatihan lebih menekankan pada pengenalan software dan praktik pengolahan data hasil pemotretan PUTA. Jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 25 orang.

  • Jumat, 7 Februari 2020 (Hari ke-5)

Pelatihan hari kelima terdiri dari pengolahan data dan studi kasus yang merupakan lanjutan dari hari ke-4. Pelatihan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Penutupan kegiatan pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup disampaikan oleh Dr. Asep Sofyan selaku sekretaris PSLH ITB. Jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 25 orang.

  1. Foto Kegiatan

Berikut merupakan beberapa hasil dokumentasi kegiatan pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup di PSLH ITB.

Liputan Pers Pelatihan Drone
Foto Kegiatan Hari Pertama (Konfrensi Pers)Foto Kegiatan Hari Kedua

 

Foto Kegiatan Hari KetigaFoto Kegiatan Hari Keempat

 

Foto Kegiatan Hari KelimaSesi Foto Bersama