Laporan Pelaksanaan Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan Gelombang I Bandung, 11 – 13 Februari 2020

Ringkasan Eksekutif

Kota tangguh dan berkelanjutan adalah salah satu konsep pengembangan kota yang saat ini sedang menjadi perhatian utama, baik bagi seorang perencana maupun masyarakat umum. Ketangguhan kota merupakan kemampuan suatu kota untuk kembali kepada kondisi awalnya (atau kondisi baru yang lebih baik) setelah mendapatkan sebesar apapun tekanan atau kejutan, sedangkan keberlanjutan kota merupakan kemampuan suatu kota dalam manajemen sumber daya-nya sehingga kondisi sumber daya yang digunakan untuk pembangunan perkotaan di masa depan tidak kurang jika dibandingkan dengan kondisi sumber daya saat ini. Kedua kemampuan tersebut merupakan komponen vital yang harus dimiliki oleh setiap kota di Indonesia, mengingat negara ini memiliki banyak ancaman luar yang dapat menjadi tekanan ketangguhan atau faktor ketidakberkelanjutan seperti bencana alam (baik bencana geologi maupun perubahan iklim), konflik sosial negara berkembang, depresiasi ekonomi nasional maupun global, dan sebagainya. Dalam upaya meningkatkan kemampuan tersebut di setiap kota, Pusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung (PSLH-ITB) bekerjasama dengan Ikatan Ahli Perencanaan Jawa Barat (IAP Jabar) melaksanakan pelatihan “Kota Tangguh dan Berkelanjutan” gelombang pertama.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 11 s.d. 13 Februari 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan konseptual peserta terhadap fenomena ketangguhan dan keberlanjutan secara umum maupun kontekstual di Indonesia. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam memahami, menganalisis, dan merencanakan kota yang tangguh dan berkelanjutan. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini terbagi menjadi tiga fokus utama, yaitu : (a) Konsep dan gambaran empiris ketangguhan dan keberlanjutan suatu kota; (b) Analisis ketangguhan dan keberlanjutan kota; dan (c) Rumusan rekomendasi untuk pembentukan kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan kota tangguh dan berkelanjutan hari pertama (Selasa, 11 Februari 2020) diawali dengan pembukaan oleh Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D,. IPU selaku pimpinan PSLH ITB dan diikuti dengan serangkaian fokus materi pertama dari IAP Jabar juga pemateri dari dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITB. Kegiatan hari kedua (Rabu, 12 Februari 2020) diisi oleh fokus materi kedua dari dosen PWK ITB beserta tim PSLH dan hari ketiga (Kamis, 13 Februari 2020) diisi oleh fokus materi ketiga dari dosen PWK ITB beserta tim PSLH yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penutupan kegiatan oleh Dr. Asep Sofyan, ST, MT.

I. Tujuan dan Waktu Pelaksanaan

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan Gelombang Pertama adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pemahaman konseptual kepada peserta terhadap fenomena ketangguhan dan keberlanjutan secara umum maupun kontekstual di Indonesia; dan
  2. Memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam memahami fenomena, menganalisis, dan merencanakan kota yang tangguh dan berkelanjutan. Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan Gelombang Pertama diselenggarakan oleh PSLH-ITB bekerjasama dengan IAP-Jabar pada tanggal 11 – 13 Februari 2020

II. Struktur Kepanitiaan

Adapun struktur kepanitiaan Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan Gelombang Pertama adalah sebagai berikut:

  1. Penanggung Jawab : Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D,. IPU.
  2. Ketua Panitia : Dr. Asep Sofyan, M.T.
  3. Sekretaris : Astien Arsen Asyari, S.T.
  4. Bendahara : Hamid Assegaf, S.Hut.
  5. Koordinator Asisten : Fitrah Ramadhan, S.T.
  6. Logistik :
    • Alvin Pratama, S.T., M.T.
    • Nisa Nafisah, S.T.
    • Ariq Muhammad Thabrani
    • Hamid Assegaf, S.Hut.
    • Astien Arsen Asyari, S.T.
    • Ashma Sadida, S.T.
    • Romantika Putra Lesmana

III. Materi dan Pengajar

Adapun daftar materi beserta pengajar Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan adalah sebagai berikut :

1.Materi 1:Kota Tangguh dan Berkelanjutan dalam RDTR dan PZ
 Pengajar:Ir. Ahmad Idjaz (Ketua IAP-Jabar)
2.Materi 2:Pengantar Pengembangan Ketangguhan Kota
 Pengajar:Ir. Djoko Santoso Abi Suroso, Ph.D. (Dosen PWK ITB)
3.Materi 3:Kecerdasan dalam Ketangguhan Kota
 Pengajar:Ridwan Sutriadi, S.T., M.T., Ph.D. (Dosen PWK ITB)
4.Materi 4:Indeks Ketangguhan Provinsi dan Kota; Penilaian Ketangguhan Pesisir
 Pengajar:Ir. Djoko Santoso Abi Suroso, Ph.D. (Dosen PWK ITB)
5.Materi 5:Lingkungan Perkotaan dalam Kerangka Keberlanjutan
 Pengajar:Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T. (Dosen PWK ITB)
6.Materi 6:Analisis Keberlanjutan Kota
 Pengajar:Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T. (Dosen PWK ITB)
7.Materi 7:Konsep System Dynamic dan INA-Risk
 Pengajar:Dr. Asep Sofyan, S.T., M.T. (Sekretaris PSLH-ITB)
8.Materi 8:Praktik System Dinamic dan Adopsi INA-RISK ke dalam Rencana Tata Ruang
 Pengajar:Dr. Asep Sofyan, S.T., M.T. (Sekretaris PSLH-ITB)
9.Materi 9:Penilaian Kerentanan (Vulnerability Assessment)
 Pengajar:Saut Aritua H. Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dosen PWK ITB)
10.Materi 10:10 Poin Penting dalam Pembangunan Kota Tangguh
 Pengajar:Saut Aritua H. Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dosen PWK ITB)
11.Materi 11:Inovasi dalam Peningkatan Ketangguhan Kota
 Pengajar:Ridwan Sutriadi, S.T., M.T., Ph.D. (Dosen PWK ITB)
12.Materi 12:Praktik Pemanfaatan INA-RISK
 Pengajar:Alvin Pratama, S.T., M.T. (Tim PSLH-ITB)

IV. Peserta Pelatihan

Berikut adalah peserta yang berpartisipasi dalam Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan Gelombang Pertama :

NoNama PesertaInstansi
1Dwi Kartika Sari, S.T., M.Si., M.PWKPerseorangan
2Ranni Gilang Herdiani, S.TPerseorangan
3Ahmad Fadhil Hidayah, S.TDinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan

Provinsi DKI Jakarta

4Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.TLPPM Universitas Terbuka
5Siti Nurlaela, S.T., M.Com, Ph.DInstitut Teknologi Sepuluh November
6Yolanda Dwi Astuti, S.SiDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi
7Ardiyanto Maksimilianus Gai, S.T., M.SiITN Malang
8Drs. Usman Raidar, M.SiFISIP Universitas Lampung

 

V. Keberjalanan dan Evaluasi

Selasa, 11 Februari 2020 (Hari ke-1)

Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta sambutan oleh Prof. Tjandra Setiadi, Ph.D., IPU selaku ketua PSLH ITB. Turut hadir juga Ir. Ahmad Idjaz sebagai Ketua IAP Jabar sekaligus pemateri pada sesi pertama. Dari segi penyampaian materi, secara umum mengikuti apa yang telah dijadwalkan. Namun, praktik studio “Identifikasi Isu” yang direncanakan di sesi akhir tidak jadi dilaksanakan karena berdasarkan hasil pengamatan kondisi peserta, peserta dirasa sudah memiliki kemampuan tersebut. Sebagai gantinya, direncanakan sesi diskusi yang lebih interaktif pada hari kedua dan ketiga. Adapun total peserta yang hadir pada hari pertama adalah 8 orang.

Rabu, 12 Februari 2020 (Hari ke-2)

Pelatihan hari kedua dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan materi berfokus pada konsep dan analisis keberlanjutan kota yang disampaikan oleh Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT sebanyak dua sesi. Kemudian dua sesi setelahnya diisi dengan pengelolan konsep System Dynamic sebagai model yang menjelaskan tentang dinamika sistem perkotaan yang disampaikan oleh Dr. Asep Sofyan, M.T selaku sekretaris PSLH ITB. Pelatihan pada hari ini memberikan satu temuan penting, yakni peserta terlihat lebih antusias saat dibekali kemampuan teknis dalam penilaian keberlanjutan kota, terlebih saat diberikan kemampuan teknis penggunaan software yang selama ini mereka belum ketahui. Namun, pembekalan software Stella yang disiapkan oleh tim PSLH hanya disiapkan untuk satu jenis OS (Windows) saja, sedangkan ada peserta yang menggunakan OS lain yaitu Mac sehingga peserta tersebut tidak bisa mengikuti pembekalan dengan baik. Pelatihan ke depan sebaiknya perlu mengantisipasi hal-hal semacam ini agar semua peserta dapat mengikuti pembekalan dengan setara. Adapun jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 8 orang.

Kamis, 13 Februari 2020 (Hari ke-3)

Pelatihan hari ketiga berfokus kepada materi Vulnerability Assessment yang disampaikan oleh Saut Aritua H. Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D. selama dua sesi. Namun, materi ini ternyata sangat diminati oleh peserta sehingga terpaksa menggunakan waktu sesi selanjutnya yang seharusnya digunakan untuk menyampaikan materi 10 Poin Penting dalam Pembangunan Kota Tangguh. Akibatnya, materi tersebut (10 Poin Penting dalam Pembangunan Kota Tangguh) hanya sedikit sekali yang disampaikan. Sesi tersebut kemudian disambung dengan materi Inovasi dalam Peningkatan Ketangguhan Kota oleh Ridwan Sutriadi, S.T, M.T, Ph.D selama dua sesi. Pada awalnya, sesi tersebut akan dilanjutkan dengan studio rekomendasi. Namun, hal tersebut telah dilakukan saat sesi Vulnerability Assessment, sehingga sesi studio ini digantikan dengan tutorial penggunaan INA-RISK dalam tata ruang oleh Alvin Pratama, S.T, M.T yang sebelumnya belum sempat disampaikan pada hari kedua. Adapun jumlah peserta yang hadi pada pelatihan hari kedua berjumlah 8 orang

 

VI. Foto Kegiatan

Berikut merupakan beberapa hasil dokumentasi kegiatan Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan di PSLH ITB.

KTB G1 H1KTB G1 H2
Foto Kegiatan Hari PertamaFoto Kegiatan Hari Kedua
KTB G1 H3KTB G1 H4
Foto Kegiatan Hari KetigaSesi Foto Bersama

 

Lampiran

Brosur Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan (KTB)
Brosur Pelatihan Kota Tangguh dan Berkelanjutan (KTB)