Laporan Kegiatan/Proyek /Penelitian 2020

  1. Nama Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Pencemaran Air
  2. Perioda Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • 7 Juli 2020 – 19 November 2020
  3. Mitra Kerjasama:
    • Direktorat Pengendalian Pencemaran Air, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  4. Anggota Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Prof. Tjandra Setiadi, PSLH dan Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Dr. Asep Sofyan, PSLH dan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB.
    • Guntur Adisurya Ismail, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Satria Wira Bagaskara, S.Si, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB.
    • Nendry Nurramdani Solihah, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
  5. Ringkasan Kegiatan/Proyek/Penelitian

Ringkasan

Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus berjalan dengan selaras, serasi, dan seimbang dengan fungsi lingkungan hidup. Harapan tersebut terwujud ketika kesejahteraan masyarakat meningkat dan diikuti dengan perbaikan kualitas lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. Namun pada kenyataannya, pertambahan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan ketersediaan sumberdaya alam. Bahkan ketersediaan sumberdaya alam (lahan) justru semakin terbatas. Dampaknya, muncul ketidakseimbangan antara ketersediaan (supply) dan permintaan (demand) sumber daya alam sehingga yang terjadi adalah eksploitasi sumber daya alam. Kondisi tersebut yang selanjutnya menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup.

Indikator yang saat ini digunakan untuk menentukan kualitas lingkungan hidup adalah indeks kualitas dan khusus untuk sungai digunakan indeks kualitas air (IKA). IKA sendiri sebenarnya lebih merupakan management tools untuk mengidentifikasi apakah suatu daerah sudah berhasil dalam menjaga kualitas air di lingkungannya. Oleh karena itu, angka indeks kualitas air tidak bisa secara langsung menunjukkan kelas dari badan air tersebut, namun diharapkan dapat memberikan gambaran umum mengenai perkiraan dan kelayakan peruntukan badan air tersebut.

Sebagai management tools, IKA memiliki target-target yang diharapkan dapat dipenuhi. Target IKA nasional untuk 5 tahun ke depan telah disusun pada Rencana Pembangungan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan nilai berturut-turut 55,1; 55,2; 55,3; 55,4 dan 55,5 untuk tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024. Penetapan IKA nasional ini tentu juga akan mempengaruhi target IKA di provinsi dan daerah.

Dalam rangka mencapai nilai IKA nasional, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerapkan payung program yang dinamakan “Program Kali Bersih (PROKASIH) 2020”. PROKASIH merupakan program penilaian kinerja pemerintah daerah dalam pengendalian pencemaran air (PPA) yang meliputi 3 aspek: pembinaan, pemantauan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah, serta pemberian insentif dan disinsentif.

PROKASIH memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan komitmen Gubernur dan Bupati/Walikota agar berperan aktif dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan PPA guna memenuhi daya tampung beban pencemar dan target kualitas air serta mutu air sasaran sesuai kewenangannya. Disamping itu, diharapkan melalui PROKASIH dapat diperoleh data dan informasi beban pencemar air, kualitas air, program dan kegiatan PPA secara lebih efektif, efesien dan berkualitas.  Pada Tahun 2020 ini Prokasih difokuskan untuk menyusun rencana aksi dalam rangka meningkatkan IKA dan mencapai terget IKA 100 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia, yaitu kabupaten/kota yang terlewati sungai yang dipantau oleh KLHK dan titik pantau tersebut berada pada kabupaten/kota dimaksud.

Hasil

SDGs Goal: 6   #SDGsGoalsITB

Foto foto yang berkaitan dengan Kegiatan/Proyek/Penelitian