Laporan Kegiatan/Proyek /Penelitian 2020

  1. Nama Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Pekerjaan Penyusunan Baku Mutu Air Limbah Industri Baterai Lithium
  2. Perioda Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • 22 Juni 2020 – 20 Agustus 2020
  3. Mitra Kerjasama:
    • Direktorat Pengendalian Pencemaran Air, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  4. Anggota Kegiatan/Proyek/Penelitian:
    • Prof. Tjandra Setiadi, PSLH dan Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Dr. Hary Devianto, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Dr. Vita Wonoputri, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Hera Rahma Fitri, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
    • Ira Febrianty Sukmana, Fakultas Teknologi Industri, ITB.
  5. Ringkasan Kegiatan/Proyek/Penelitian

Ringkasan

Baterai lithium merupakan salah satu baterai isi ulang. Baterai lithium digunakan pada ponsel, laptop, kendaraan listrik atau hibrida. Baterai lithium pada kendaraan listrik memainkan peran utama dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Baterai juga digunakan untuk penyimpanan listrik yang dihasilkan oleh sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin (Tsiropoulos dan Lebedeva, 2018). Dengan banyaknya kebutuhan baterai lithium, maka akan semakin meningkat produksi baterai lithium. Kapasitas baterai global diperkirakan mencapai 600 GWh pada tahun 2030.

Dengan banyaknya kebutuhan baterai lithium, maka akan semakin banyak produksi baterai lithium dan limbah baterai lithium yang dihasilkan. Limbah baterai lithium termasuk limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sehingga limbah ini tidak bisa dibuang sembarangan. Limbah baterai lithium dapat didaur ulang yang kemudian dapat dijadikan bahan baku pembuatan baterai. Proses pembuatan baterai lithium terdiri dari pembuatan bahan baku komponen baterai yang dapat dibuat dari bahan tambang dan daur ulang baterai lithium, pembuatan komponen baterai dan perakitan baterai. Dari proses pembuatan baterai tersebut dapat menghasilkan air limbah yang dikhawatirkan akan mencemari lingkungan.

Penjagaan lingkungan hidup merupakan kewajiban seluruh pihak, termasuk industri ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Usaha ataupun kegiatan yang pada aktivitiasnya menghasilkan limbah harus memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku sebelum dapat membuang limbahnya ke lingkungan. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah baku mutu. Berdasarkan Undang-undang no. 32 tahun 2009, setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan memenuhi baku mutu lingkungan hidup. Baku mutu sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no 5 tahun 2014 adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke badan air.

Baku mutu air limbah dari tiap industri secara umum diatur di dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no 5 tahun 2014 (dahulu Keputusan Menteri nomor Kep-51/MENLH/10/1995), dengan baku mutu untuk beberapa industri lain (seperti pertambangan dan energi) diatur di dalam peraturan yang berbeda. Pada tingkat nasional, usaha dan kegiatan baterai lithium tidak memiliki baku mutu spesifik. Dengan demikian diperlukan Baku Mutu Air LImbah Spesifik untuk Usaha/Kegiatan bagi Industri Batere Lithium.

SDGs Goal: 6, 9, 12   #SDGsGoalsITB